Oleh: lamdamatra | Februari 2, 2009

Jadi Relawan Banjir Ah…


Jakarta mau kedatangan banjir lagi. Daripada nganggur di weekend, mending ikutan jadi relawan aja. Nah, itu yang aku rencanakan sekarang.

Oleh: lamdamatra | Januari 30, 2009

It’s All About Future-LIFE MAP


Manusia yang sukses dalam hidupnya sudah mengetahui ke mana arah kakinya melangkah dalam lima tahun, sepuluh tahun, atau puluhan tahun ke depan. Dalam usia mudanya, dia sudah membuat peta hidupnya. Menetapkan visi yang jelas, lalu menyusun strategi untuk mencapai cita-citanya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: lamdamatra | Januari 30, 2009

Cinta Ini Suatu Keagungan


Entah kapan rasa ini kembali tiba

Aku tak yakin ini benar adanya

Hanya saja rasa ini terus meyakinkanku

Akan keberadaan dirinya

Perlahan aku ingin kembali mencintainya

Dengan cinta yang sederhana

Seperti cinta ulat kepada daun

yang mengorbankan dirinya hingga muncul kupu-kupu

Oleh: lamdamatra | Januari 27, 2009

Dunia MILITER Itu Beda Sama Dunia SIPIL


Dunia abad ke-20 tidak jauh berbeda dengan abad-abad sebelumnya masalah penegakan HAM (Hak Asasi Manusia). Tingginya tuntutan atas keadilan HAM, tidak serta merta menurunkan intensitas tindak kriminal skala kecil maupun besar. Sebut saja berbagai perang yang masih terjadi di dunia ini : Konflik di Somalia, perang Afghanistan, perang Irak, invasi Israel atas Palestina, dll.

Hal ini membuat saya tertarik

Baca Lanjutannya…

Oleh: lamdamatra | Januari 27, 2009

Bulan Januari Bulan Penuh Warna


Bulan Januari yang sebentar lagi mau berakhir sungguh meninggalkan berjuta kesan bagiku. Bahagia ada, bangga ada, sedih ada, gelisah ada, jengkel ada, tapi asik-asik aja.

Awal tahun 2009 aja disambut dengan peristiwa yang paradoksial. Baca Lanjutannya…

Oleh: lamdamatra | Januari 27, 2009

GONG XI FA CHAI

cow

If you literally translate “Gong Xi Fa Chai”, it would mean “wishing you enlarge your wealth.”

Gong Xi: means wishing/blessing

Fa: means enlarge(ment)

Chai: means wealth

So a literal translation is that you wish someone will become very rich, but the phrase is generally used as Happy New Year.

Gong Xi Fa Chai everyone!

Oleh: lamdamatra | Desember 10, 2008

Maryamah Karpov Muncul dengan Tiba-Tiba


maryamah karpov

Aku nggak sadar Maryamah Karpov udah keluar 29 November 08 kemaren. Publikasinya yang kurang atau aku yang KURANG denger publikasinya? Harganya murah. Rp 79.000,00 saja. Kebetulan hari Sabtu kemaren, 6 Desember 2008, aku udah beli lo… Rp 79.000,00 dapet potongan alias discount 30% jadi Rp 55.300,00. Aku beli di Gramed DAGO. Stoknya masih banyak sih… Udah pada punya lom???

Aku belum baca keseluruhannya, tapi kalo aku baca akhirnya, sad ending. Aku nggak mau nulis resensinya. Kusarankan beli terus baca sendiri novelnya. OK!!:)

Oleh: lamdamatra | Desember 10, 2008

Lama Tak menulis, Ngilu Juga Tangan Ini


Sudah sebulan lebih kutinggalkan dunia ini…. (dunia blogging maksudnya), akhirnya aku kembali….

Oleh: lamdamatra | November 17, 2008

Novel lawas Ronggeng Dukuh Paruk

Membaca novel-novel lawas ternyata menghasilkan sebuah imaji yang begitu kental. Apalagi kalau lagi bosen2nya menjalani aktivitas sehari-hari. Sebut saja novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Ahmad Tohari yang namanya itu melejit tahun ’82-an bisa diibaratkan Andrea Hirata-nya tahun ’80-an.

Triloginya yang hebat judulnya antara lain:

1.Surat Buat Emak

2.Lintang Kemukus Dini Hari

3.Jentera Bianglala

Begini cerita singkat Trilogi yang pertama.

Baca Lanjutannya…

Oleh: lamdamatra | November 6, 2008

ULTAH SMAGA KE-131 di BOSSCHA

Kalau kemarin anak2 SMA 3 Semarang ngadain upacara+demo 4P untuk memperingati Ultah Smaga, lain halnya dengan kami, anak2 ALSTE (ALumni SMA Tiga dan Empat Semarang) Bandung yang di ITB. Kami cukup ngadain selebrasi dengan jalan2 ke BOSSCHA dan sekitarnya. Kami ber-12 (yang ikut)terdiri dari 1 guru beserta 11 muridnya: Mas Rhorom, Mas Fahmi, Mas Hanif, Mbak Nisa, Mas Aswin, Mas Luthfi, Mas Musyafa, Saya sendiri (Lamda), Jumbul, Tika, Shella, dan Kikun.

Ekspedisi kami dimulai….(walah, kok malah kaya Jejak Petualang wae)

Jam 13.30-an
Kami bertolak dari Gerbang Selatan Itebe dengan angkot Cicaheum-Ledeng (warna ijo) ditemani rintikan hujan gerimis. Sepanjang jalan, kami bercengkerama sambil foto2 (hehehe….). Sesampainya di Lembang, kami memutuskan untuk menyaksikan dulu pameran Pekan Antariksa Dunia karya anak2 HIMASTRON ITB.

di Pekan Antariksa Dunia

di Pekan Antariksa Dunia, gue yang berjaket biru bawa tas

Banyak ilmu astronomi, kedirgantaraan yang kami dapatkan. Kami juga sempet nyaksiin pemutaran film2 astronomi yang exciting banget…. Selanjutnya, kami ikut ngantri juga (bareng anak2 SD)buat masuk ke Planetarium Mini. Pokoknya seru deh….

Jam 16.00
Kami nglanjutin perjalanan ke Observatorium BOSSCHA. Jalannya naik turun, berundak2, becek, licin pula (udah kaya tangga di Gunung Bromo deh). Karena keterbatasan payung, terpaksa kami jalan satu payung berdua. Asyik lo…
Setibanya di depan pintu Observatorium, kami foto2 dulu. Mengabadikan kenangan yang mungkin tak akan terulang lagi.

ini di luar BOSSCHA

ini di luar Obsv. BOSSCHA

Kami masuk ke Observatorium lalu mendengarkan anak HIMASTRON ITB ngejelasin berbagai hal masalah pengoperasian teropong Zeiss di Bosscha, atap Bosscha yang bisa muter n buka tutup, macem2 deh. Tapi, sayangnya kita nggak bisa ngliat bintang karena mendung.

ini di dalem BOSSCHA

ini di dalem Obsv. BOSSCHA

Jam 17.00
Setelah puas beli souvenir, kami memutuskan untuk “turun” (Observatoriumnya di puncak bukit, jadi kami nyebutnya “turun”) nyari makan. Tapi, berhubung udah maghrib, kami sholat dulu.

Jam 18.30
Setelah sholat maghrib, kami mau cari makan, tapi setelah jalan kira2 1 km-an, baru kami nemuin warung makan. Makan malem dulu deh. Pesenannya sama semua (kecuali Mas Aswin yang ga pesen makan. Katanya sih diet. Diet apa out of budget mas?), mie kuah anget+the anget. Eh,pas bayar, lha kok mahal banget ya…. Seorang rata2 Rp.9000,00 (kecuali mas Hanif yang nambah teh satu gelas). Aku sam Jumbul cuman bisa ngelus dhadha.

Jam 19.30
Kami pulang naik angkot lagi. Busyet,,,, nyampenya cepet banget. Ternyata dari Lembang ada jalan motong yang nimbus ke Ciumbuleuit lo. Ckk….

Jam 20.00
Kami sampe di Cisitu. Aku pulang jalan kaki……

Begitulah selebrasi kami (meskipun kayanya ga ada unsur selebrasinya sama sekali ya). Menyenangkan. Moga2 sering2 anak ALSTE Bandung jalan2 lagi ya.

Oya, SMAGA, MET ULTAH ke-131 ya………. Cetak generasi-generasi terbaikmu………..

smaga tercinta

smaga tercinta

Older Posts »

Kategori